Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 02:05 WIB
Lahir Komunitas Pencinta Seni dan Budaya Tangerang
| jodhi | Rabu, 16 Desember 2009 | 01:14 WIB
|
Share:

Eti Puji
Suasana pembentukan Komunitas Seni dan Budaya Tangerang Serumpun

Oleh Roy Manu Leveran

Minggu, 13 Desember lalu, di kediaman Jodhi Yudono, redaktur oase kompas.com, dibentuk sebuah komunitas seni dan budaya sekitar wilayah Tangerang. Beberapa tokoh dari berbagai komunitas dan disiplin seni budaya yang hadir menunangkan seluruh ide dan harapan yang ditampung dalam wadah Komunitas Seni dan Budaya Tangerang Serumpun.

Adapun pemikiran awal terbentuknya komunitas ini lahir dari kegelisahan Nana Sastrawan dkk terhadap pergolakan seni budaya di Tangerang yang semu. Dalam artian, bahwasannya begitu banyak penggiat seni budaya berasal dari Negeri Cisadane yang sudah menelurkan banyak karya namun tak pernah ada kesempatan untuk duduk bersama, berdiskusi dan saling tukar pandangan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Jodh Yudono, selaku tuan rumah, Agam Pamungkas (Ketua komunitas Tinta Mas), Eti Puji (Penyair), dll. disepakati bangunan kestukturan dengan formasi: Nana Sastrawan sebagai Ketua Umum dan Eti Puji sebagai Sekretaris Jenderal. Serta beberapa divisi yang akan bersinergi dalam ruang budaya yang dipegang oleh Agam Pamungkas, yakni Divisi Sastra, Divisi Teater, Divisi Musik dan Divisi Seni Tradisional.

Divisi Sastra

Pengadaan divisi sastra dimaksudkan untuk menyatu-padukan ide dan pemikiran yang berkaitan dengan kepenulisan, baik berupa puisi, prosa dan lainnya. Selanjutnya diharapkan terjadinya proses interaksi mengenai sebuah karya penulisan dalam bentuk diskusi terbuka dalam komunitas, guna pengembangan proses kreatif penciptaan karya sastra. Dengan begitu, sebuah hasil karya sastra tidak hanya dapat dinikmati oleh penulisnya saja melainkan dapat dikonsumsi oleh publik.

Berbicara mengenai konteks seni dan budaya khususnya di wilayah Tangerang, tidak menutup kemungkinan di masa datang, divisi sastra KSBT Serumpun dapat menelurkan karya-karya yang mengusung tema: "Men-SASTRA-kan TANGERANG".

Sesuatu yang manusiawi jika kami merasa ini merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Namun dengan dukungan semua pecinta dan penggiat seni budaya, niscaya tugas mulia ini akan menjadi sangat mudah dijalankan.