BANTUL, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik meminta perhelatan seni Biennale Jogja X harus diperbanyak di Yogyakarta. Acara-acara seni tersebut akan menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk berlama-lama di Yogyakarta.
Bila lama tinggal bertambah berarti multiplier effect yang ditimbulkan juga semakin besar. Demikian dikatakan Jero Wacik, di sela-sela acara peninjauan Padepokan Seni Bagong Kussudiarjo, Jumat (11/12/2009).
Selama ini Yogyakarta belum menjadi tujuan wisata utama. Statusnya masih tujuan wisata pendukung. Bali dan Jakarta masih mendominasi sebagai tujuan utama. Selain menambah event seni, Yogyakarta juga harus memperbanyak peenerbangan secara langsung.
"Kalau Yogya bisa menyedot banyak wisatawan melalui penerbangan langsung, target 7 juta wisatawan mancanegera (wisman) bisa segera tercapai," ujarnya.
Sampai dengan akhir Oktober jumlah wisman mencapai 5,1 juta. Diperkirakan sampai akhir tahun jumlah wisman menembus angka 6,4 juta. Tahun depan, departemen kebudayaan dan pariwisata mentargetkan wisman sebanyak 7 juta.
Untuk menyukseskan acara semacam itu, kalangan pengelola hotel di Yogyakarta dihimbau untuk memberikan dukungan penuh terhadap perhelatan seni Biennale Jogja X, yang berlangsung tanggal 10 desember hingga 10 Januari 2010. Kegiatan tersebut secara otomatis akan memperpanjang lama tinggal wisatawan yang singgah ke Yogyakarta.
"Kalau hotel tidak memberi dukungan, berarti mereka tidak mengerti bisnis. Event-event seperti itu selalu dinanti oleh wisatawan. Mereka tidak hanya mengingingkan obyek wisata tetapi juga event seni," katanya.


