DEPOK, KOMPAS.com--Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, ternyata punya kemampuan lain yang mungkin tidak banyak diketahui publik, yakni membaca puisi.
"Berpuisi membuat diri kita berbicara jujur apa adanya," kata Nur Mahmudi, usai membacakan puisi di Gedung Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu malam.
Pria Kelahiran Kediri, 11 November 1961 itu didaulat membacakan puisi Asrizal Nur berjudul "Panggil Aku Depok". Dalam kesempatan itu juga wali kota sempat membacakan puisi karyanya sendiri berjudul
"Untukmu Depok". "Puisi Untukmu Depok, saya ciptakan sendiri dalam perjalanan ke sini (TIM)," kata Nur Mahmudi.
Puisi tersebut dibacakannya dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Prancis, dan Spanyol. Seorang dara cantik asal Francis, Anne leonoff membacakan puisi "Panggil Aku Depok yang memukau puluhan penonton yang seolah tertegun dengan penampilan Anne.
Sedangkan karya aslinya dibacakan oleh wali kota. Dengan berbalut batik asli Depok, Nur Mahmudi Ismail dengan tenang layaknya pembaca puisi ternama membacakan "Panggil Aku Depok" karya Asrizal yang diciptakan pada September 2009.
Puisi karya Asrizal yang dibuat tiga bulan lalu ini berisi kulturasi antara budaya Sunda dan Betawi. Dalam puisi tersebut diceritakan tentang perkembangan Depok. Selain dibacakan dalam bahasa Prancis dan Indonesia, "Panggil Aku Depok juga dibawakan pula dalam bahasa Spanyol oleh penyair bernama Ismail yang notabene merupakan warga asli Spanyol.
Selain Nur Mamhudi dalam pembacaan tersebut beberapa pejabat yang juga ikut memerigkan pembacaan puisi yaitu Gubernur Riau, Rusli Zaenal, Wali Kota Tanjung Pinang, Suryatati, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat, Wakil Bupati Bintan, Mastur Taher.

