Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:46 WIB
Seniman Warnai Ruang Publik Yogya
Idha Saraswati W Sejati | wah | Selasa, 8 Desember 2009 | 22:51 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pembukaan Biennale Jogja X pada 11 Desember mendatang, sejumlah kelompok seniman telah mewarnai ruang publik Kota Yogyakarta dengan karya mereka. Karya-karya tersebut kini mulai bisa dilihat di sejumlah titik.

Di ruas jalan Gondomanan Kota Yogyakarta, misalnya, sejumlah gerobak milik tukang kunci yang biasanya dicat biru polos kini tampak m eriah oleh lukisan para perupa dari kelompok De Banting Setir. Meski detil di setiap gerobak berbeda, selalu ada gambar amplop dalam lukisan karya kelompok perupa dari Solo Jawa Tengah tersebut.

Sarjio, salah satu tukang kunci yang gerobaknya dilukis, mengaku senang dengan lukisan di gerobaknya. Ia tidak kecewa meskipun tema lukisan itu tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengannya.

"Terus terang saya enggak paham ini gambar apa. Kan biasanya nggambar-nya malam, pagi ke sini tahu-tahu sudah ada gambarnya. Saya sih senang-senang saja, sekali-kali tampil beda he-he-he," katanya, Selasa (8/12).  

Salah satu Associate Curator Biennale Jogja X Priya Basuki mengatakan, para perupa yang mednapat jatah berkarya di publik biasa mengerjakan karyanya pada malam hari. Selain suasana lebih sepi, mereka bisa memberi kejutan pada warga yang melintas keesokan harinya.

Selain lukisan di gerobak tukang kunci, ada sejumlah karya lain yang sudah bisa dilihat publik. Di Pleng kung Gading, misalnya, ada sapu lidi raksasa setinggi lebih dari lima meter. Sapu lidi berwarna merah itu dibuat oleh perupa Firman Djamil. Di sekitar kawasan Taman Budaya Yogyakarta, karya mural juga telah mewarnai sejumlah dinding tembok. Selain itu, lu kisan perupa peserta Biennale bisa dilihat di badan kendaraan tangki air milik Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurut Priyo, tak kurang dari 20 titik ruang publik akan digarap para perupa. Kebanyakan berada di wilayah Kota Yogyakarta. "Malam Rabu akan ada pemasangan patung di pojok Beteng Timur, lalu nanti juga akan ada pemasangan kincir di air mancur Jembatan Kewek, aktivitas ini akan terus berlanjut hingga Biennale berakhir," jelasnya.