Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:52 WIB
"The Beatles" Pun Lari Kena Razia
| jimbon | Minggu, 6 Desember 2009 | 06:25 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Tiga pengamen di angkot di kawasan Dago, Kota Bandung, Selasa (17/11), asyik menyanyikan lagu The Beatles, A Hard Days Night. Penumpang angkot tampak terpesona dengan nyanyian mereka yang tidak asal-asalan. Its been a hard days night. And Ive been working like a dog... .

Namun, Beatles jalanan ini secara mendadak dan sepihak mengakhiri nyanyian meski lagu baru sampai di bagian refrein. Bukan itu saja, John Lennon dan kawan-kawan asal Bandung itu juga lari terbirit-birit meninggalkan angkot yang tengah berhenti di kemacetan jalan itu.

Penumpang pun jadi heran, wong sedang enak-enak didengarkan kok tiba-tiba tunggang langgang. Sopir angkot yang sudah hafal dengan kondisi lapangan menjelaskan.

"Ha-ha... mereka takut ada razia, Pak. Tadi temennya (salah satu pengamen) HP-nya bunyi. Biasanya sih ada yang ngasih info kalau sedang ada razia," kata sopir angkot itu.

Jajaran Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung belakangan memang sedang giat menjaring preman dan pengamen jalanan di Kota Bandung. Razia yang dilakukan pada Selasa dari pukul 13.00 hingga 16.00 berhasil menjaring 181 preman dan pengamen di 34 titik di Kota Bandung.

Dari 181 preman dan pengamen tersebut, 102 orang mempunyai KTP dan 79 orang tanpa identitas, ujar Kepala Polwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno melalui Wakil Kepala Satuan Reskrim Polwiltabes Bandung Andre Ghama di Bandung.

Seorang pengamen bernama Prandika (29) yang ditangkap di kawasan Cibiru, Kota Bandung, menyatakan rasa prihatin atas razia tersebut. Pasalnya, seusai ditangkap, tidak ada solusi bagi para pengamen.

"Seharusnya pemerintah memberikan solusi kepada para penganggur di Kota Bandung. Kalau dijaring dan tidak diberikan solusi yang tepat, ya ke depannya kami akan terus seperti ini," ungkapnya. "Kalau pemerintah memberi pekerjaan, saya juga tidak mau mencari nafkah dengan cara mengamen," katanya.

Hal senada juga dipaparkan Jajang (30), pengamen yang berpenghasilan Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per hari.

"Kadang-kadang anak dan istri saya juga dibawa ngamen . Uang hasil ngamen tersebut dipakai untuk memberi makan anak dan istri," ungkapnya.

Wah, kok persis lagu A Hard Days Night, ... You know I work all day to get you money to buy you things.... (ANTARA/XAR)

Sumber :
Kompas Cetak