Tanda
Diantara sisa hujan yang tidak sempat ku rangkai
ada sebuah perasaan kangen yang kepengen aku tandai dengan
sesuatu yang sederhana. Seperti kupu kupu jingga, seperti doa di bulan purnama,
seperti sajak yang singkat, seperti dengan sesuatu yang berbeda beda.
Namun kau mengirimkan ku sebuah kalimat singkat :
"Tandai aku saja aku dengan senyum mu yang biru itu"
Dan jawabku : "Kenapa tidak dengan bau tubuhku?" sebuah kalimat yang juga singkat,
namun aku tak sempat kirimkan. Karena keburu hujan kembali datang,
dan aku merasa sedang menjahit perasaan ku pada titik titik air yang
tersingkap di teritikan beranda.
sanur 09
Kejadian Pagi
Saya membayangkan sebuah pagi yang sempurna,
dengan roti isi nanah dan darah
di sepanjang selaput dara
Memulai dengan bisikan mantra para pemuja berhala
di telinga kirimu, seperti menghujam tahi lalatmu dengan
cara paling fatal yang pernah kau tonton
"di antara tumpukan video horor dan bau kantil mulutmu"
Serupa kawanan serigala yang kehilangan mangsa,
kita saling menerkam di atas ranjang.
Matamu mengiris bagian bagian tubuhku,
dan mataku mengawasi bulu halus kulitmu yang berdiri mengancamku.
dan saat itulah dengan gerakan yang begitu halus,
kucium bibirmu tepat ketika kau berusaha memeluk tubuh ku.
sanur 09
Adalah bagaimana cara melepaskan :
Selepas siang,
aku melepasnya bersama dengan dua puluh balon udara
yang meranggas melayang layang.
Dihantarkan berikut senja
dengan suara dzikir dari botol bir yang tak tuntas.
Empat kawanan burung camar menyindirku dengan lantang,
"kau bilang ia adalah camar, mengapa hendak disangkar?!"
Maka menjelmalah aku menjadi pesawat kertas,
berisi sajak cinta yang tak sempat dibaca,
dan berharap mungkin saja di sana ia menemukannya
diantara lipatan celana
atau busur mata yang tak sengaja ia lihat
di antara kerumunan.
Dan jika ia sempat membacanya,
maka pada hari itu akan ada sejumlah doa yang mengakhiri ajalnya
terkapar di liang pelataran masjid.
Berdarah darah dengan senyum mirip air mata.
sanur 09
Pelajaran alam
Kami belajar sabar dari purnama
yang dengan tenang menunggu hingga sempurna
kami belajar kenyang dari laut yang jumawa
dengan lagaknya menerawang purnama hingga sempurna
seminyak 09
-------------------------------
www.behance.net/istiko
istiko.deviantart.com