KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Gamelan Diperkenalkan Sebagai Ikon Sukoharjo
Laporan wartawan KOMPAS Sonya Helen Sinombor
Minggu, 29 November 2009 | 12:35 WIB
KOMPAS/ Sonya Helen Sinombor
Festival Gamelan Maker 2009 dibuka dengan persembahan karawitan dan tarian Dwijaya Syaifil Munir pagi subuh, di Lapangan Kotakan Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, Jateng.
TERKAIT:

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Kegiatan Gamelan maker Festival 2009 yang bertajuk "Sukoharjo the Sound of Gamelan" yang berlangsung hari Minggu (29/11) di Lapangan Kotakan, Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah , menjadi momentum untuk memperkenalkan Sukoharjo sebagai pusat pembuatan gamelan.

Agenda Gamelan Maker Festival 2009 merupakan pra launching Gamelan Maker 2011. Potensi ini cukup logis dan strategis jika Sukoharjo menggunakan ikon gamelan, untuk membuat branding Sukoharjo dengan kota Gamelan, ujar Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto saat membuka Gamelan Maker Festival 2009.

Menurut Bambang, Kabupaten Sukoharjo merupakan kawasan berbasis industri dan pertanian yang menyimpan sumber kekayaan seni tradisi yakni karawitan, ketoprak, wayang kulit, wayang orang, musik lesung, dan gamelan.

"Salah satu sumber mata air tradisi yang telah mendunia, tetapi kurang disadari dan dikenal masyarakat Sukoharjo adalah seni pembuatan gamelan. Para pembuat gamelan Sukoharjo memberikan kontribusi nilai pada sejarah musik Nusantara dan perkembangannya," katanya.

Selain persembangan kolosal lesung dan rampak kentongan, Gamelan Maker Festival 2009 juga menampilkan Konser Musik dan Tari berjudul The Amazing Gamelan yang memukau bupati dan para undagan.

Usai menyaksikan konser, Bupati dan para undangan menyaksikan proses pembuatan gamelan yang ditampilkan lima empu pembuat gamelan dari Kabupaten Sukoharjo yaitu Saroyo, Pardiyo, Suparno (Wokching), Saleh Sutomo, dan Dasah Pujo Suwarno.

Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.