Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:54 WIB
Lima Empu di Festival Pembuat Gamelan
Sonya Helen Sinombor | jodhi | Kamis, 26 November 2009 | 19:09 WIB
|
Share:

KOMPAS/SONYA HELEN SINOMBOR
Proses pembuatan gamelan yang dilakukan perajin membutuhkan tenaga. Tampak, salah satu proses pembuatan gamelan yang dikerjakan sejumlah perajin gamen di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo yang merupakan sentra industri kecil gamelan di daerah tersebut.

SUKOHARJO, KOMPAS.com--Gamelan Maker Festival 2009 yang bertajuk Sukoharjo the Sound of Gamelan akan berlangsung hari Minggu (29/11) di Lapangan Kotakan, Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, akan menampilkan pertunjukan yang jarang disaksikan masyarakat umum.

Untuk pertama kalinya para empu pembuat gamelan, dari Kabupaten Sukoharjo, akan menunjukkan kebolehan mereka dalam membuat gamelan. Lima pembuat gamelan yang kini berusia lanjut, yakni Saroyo, Pardiyo, Suparno (Wokching), Saleh Sutomo, dan Dasah Pujo Suwarno, akan memeragakan proses pembuatan gamelan, dari awal hingga selesai.  

Ini akan menjadi pertunjukan yang eksotis dan sarat dengan nilai-nilai budaya, karena pembuatan gamelan mulai dari proses peleburan, penempaan, tuning (pelarasan), sampai jadi gamelan, akan ditampilkan dalam acara ini, kata Pimpinan Sanggar Sekar Jagad Joko Ngadimin, Rabu (26/11) malam. Sanggar Sekar Jagad bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan ini.

Joko memastikan, hingga kini persiapan kelima empu untuk tampil dalam Gamelan Maker Festival 2009 sudah dilakukan. Persiapannya sudah 80 persen, semoga tidak ada kendala lain, katanya.

Menurut Joko, hingga Rabu malam berbagai persiapan untuk kegiatan Festival Pembuatan Gamelan ini terus dilakukan. Rencananya sebelum kegiatan festival berlangsung sehari sebelumnya, Sabtu (28/11) malam, akan digelar ritual keselamatan di Lapangan Kotakan yang akan menjadi tempat festival.

Jadi malam sebelum festival, panitia dan peserta festi val serta masyarakat setempat akan menggelar acara tumpengan dan sedekah bumi, ujar Joko yang berharap kegiatan ini akan dihadiri berbagai pelaku usaha pariwisata, sehingga acara bisa diangkat menjadi pertunjukan pariwisata yang dapat dijual untuk kegiatan pariwisata.