
JAKARTA, KOMPAS.com - Prihatin dengan minimnya partisipasi masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan para wakil rakyat, membuat Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia berinisiatif membuat sebuah film non komersial berjudul "Tetes Tinta Mereka Mengatur Kita". Film berdurasi 42 menit tersebut ditujukan untuk mendidik masyarakat.
"Film ini memang ditujukan untuk pendidikan publik," ungkap Eryanto Nugroho, produser film tersebut yang dijumpai seusai penayangan perdana, di Jakarta, Sabtu (21/11).
Menurut dia, film besutan sutradara Fendry Ponomban tersebut dapat menjadi pintu masuk yang akhirnya dapat menimbulkan diskusi di kalangan masyarakat. Dalam scene yang merekam kegiatan anggota dewan di salah satu hotel di Bogor, digambarkan sulitnya mengakses rapat yang membahas urusan rakyat dan juga tentang pemborosan yang terjadi.
"Kalau ngadain di luar nggak ada yang bisa ngontrol, bisa macem-macem terjadi. Praktik itu sudah lama sebenarnya," ungkap peneliti politik Poltak Partogi Nainggolan yang juga menjadi salah satu narasumber dalam film tersebut.
Film yang diproduksi kurang lebih satu tahun tersebut rencananya akan segera disosialisasikan, salah satunya di lingkungan kampus.