Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:42 WIB
Gamelan dan Tari Tradisional Digelar di Roma
Benny N. Joewono | bnj | Minggu, 8 November 2009 | 07:15 WIB
|
Share:

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Ilustrasi

ROMA, KOMPAS.com - Mengusung tema Musica In Formazione, KBRI Vatikan dan Dipartimento Scienze dell Educazione Universita degli Studi Roma Tre menggelar kesenian gamelan dan tari tradisional Jawa oleh kelompok Gong Wisnuwara di Teatro Columbus Roma Italia.

Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Vatikan Bonifacius Riwi Wijayanto, Minggu (8/11) mengatakan, kelompok Gong Wisnuwara beranggotakan warga negara Italia dan biarawan Indonesia di Italia.

Dalam pagelaran yang dihadiri sekitar 180 mahasiswa bidang studi Ilmu Musik dan Sejarah Musik Dipartimento Scienze dell Educazione Universita degli Studi Roma Tre pengalaran mengambil tema musikal Gangsaran.

Kelompok Gong Wisnuwara menampilkan beberapa komposisi tari dan musik seperti Tari Merak, Tari Migil Satriyo Nuswantoro, Gendhing Gangsaran, Lancaran Bindri dan Ladrang Manten, Tari Ngremo Putri dan Rampak Kendang.

Kelompok Gong Wisnuwara juga melakukan workshop dan menjelaskan kepada mahasiswa makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap komposisi tarian yang dimainkan.

Selain menampilkan kesenian tradisional Indonesia, KBRI Vatikan juga menggelar koleksi berbagai ragam kain batik Indonesia serta jajanan khas Indonesia seperti lemper, dadar enten, kroket, dan lumpia.

Menurut Bonifacius Riwi Wijayanto, acara dibuka dengan sambutan wakil dari Universita degli Studi Roma Tre, Profesor Raffaele Pozzi dan Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan.

Profesor Pozzi mengharapkan digelarnya kebudayaan Indonesia, khususnya di bidang seni musik tradisional akan membuka wawasan kalangan muda Italia mengenai keragaman musik terutama di Asia.

Pozzi juga mengemukakan keinginannya untuk mengadakan program pertukaran mahasiswa untuk saling mempelajari kebudayaan Barat dan Timur, khususnya kebudayaan Indonesia.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Suprapto Martosetomo menyampaikan apresiasinya terhadap keinginan Universita degli Roma Tre untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada kalangan muda Italia.

Ia menyambut baik usulan Roma Tre untuk mengadakan program pertukaran mahasiswa untuk saling belajar kebudayaan.

Para undangan menyampaikan apresiasinya terhadap penampilan Kelompok Gamelan Gong Wisnuwara, dan pameran batik serta jajanan yang disuguhkan.

"KBRI Vatikan menilai kegiatan ini merupakan hal yang positif dan membawa angin segar untuk peningkatan promosi mengenai Indonesia di Italia," kata Bonifacius Riwi Wijayanto.

Sumber :
ANT