Sabda Tuhan
Bismillahirramanirrahim
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang
Bismillahirrahmanirrahim
Aku menyebut nama-Mu ’tuk lepas laparku
Bismillahirrahmanirrahim
Aku menyebut nama-Mu hilang dahagaku
Bismillahirrahmanirrahim
Aku memulai sesuatu sebut nama-Mu
Bismillahirrahmanirrahim
Aku takut, cinta dan bersujud kepada-Mu
Hidup, mati, rezeki adalah jodoh
Kaya, miskin, sedih adalah bahagia
Tua, muda, cantik adalah buruk
Islam, Hindu, Kristen, Budha, Kong Hu Chu
Animisme, bahkan Atheis
Semua
adalah
Sabda Tuhan
Dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tidak berusaha
( untuk ayah dan ibu, semoga bahagia di dunia dan ahirat)
Percakapan rahasia
Kucuri uang ini saat perut amat lapar
Belikan nasi, kumakan, tapi tetap terasa lapar
Lalu, kucuri lagi
Kumakan lagi
Tapi tetap terasa lapar
Begitu seterusnya hingga terkapar
Aku sadar tanpa khayal
Hidup ini penuh rasa lapar
Lapar uang, kekuasaan, wanita dan sebagainya
Aku berbisik kepada malaikat
Ssssstt....sssssttttt
Jangan bilang siapa-siapa
Ini percakapan rahasia dengan Tuhan
Potret
Anak-anak berlari-lari, lalu
Bernyanyi, ”Ambilkan bintang, Bu!”, setelah itu
Berkata, ”Pak, ’bu, minta uangnya”.
Semua terdiam tak memperhatikan
”Lapar, belum makan”, wajah memelas
100, 200, 500 dan 1000 rupiah
Senyumlah sang anak, ia pergi
Berlari bernyanyi kembali
Potret bangsa sore ini
Malam Rabiul Awal
Kuingin
Malam-malam bersua denganmu
Kala hujan turun
Membasah kalbu
Ia sempurna
Tapi bukan dewa
Bukan juga Pencipta
Ia manusia seperti kita
Kuingin
Malam-malam bersua denganmu
Kala hujan turun
Membasah kalbu
Jerit Sandal Jepit
Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia
ia kembali bersujud
Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat
Lalu, ia kembali bersujud
Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia
Meretas di atas batas
Aku mau berdiri
Berlari
Mengejar matahari
Rumput-rumput terdiam
Melihat keheningan alam
Ada manusia kecil lahir dengan tangis
Ada manusia besar melihat dengan binar
ia pun bertanya
Untuk apa ia dicipta?
Ku ingin tegar
Bahwa hidup kita
Akan kembali seperti ada
Berakhir dengan tangis
Atau bersudah dengan cahaya
Meretas di atas batas...
Lelah
Lelah
Usai sudah
Hanya angin tertiup hempaskan gelisah
Kurindu hangat alam di puncak Rinjani
Pasrah
Menyerahlah setiap yang ingin kalah
Tapi aku?
Ingin kembali mencium lembut Dewi Anjani
Dan aku tidak akan menyerah
Walau lelah menghampiri sudah
Satu Tubuh Dua Kepala Dua Hati
Satu tubuh dua kepala dua hati, aneh memang?
apakah itu kita?
Satu tubuh dua kepala dua hati, Astaghfirullah!!!
benarkah itu kita?
Tuhan, Tuhan…. Yaa Rabb…
siapa penebar angin guncang mimpi malam ku?
semua itu sangat menyeramkan
bagai titah-titah pandita Raja yang memekakkan telinga
sehingga menerobos ke lorong hati
Satu tubuh dua kepala dua hati, benarkah ini diriku?
Lalu... kutatap cermin di hati, tapi diriku masih heran dibuatnya
Satu tubuh dua kepala dua hati, (Ssstt...ssst)
tak boleh ada yang tahu keadaan ku
kecuali Tuhan...Karena ini adalah percakapan rahasiaku
Maaf , jika hidupku adalah keraguan dan kebimbangan
nampaknya ia tak punya judul lagi
layaknya aliran sari-sari makanan yang mengharap kebebasan
namun tak sampai kesekujur tubuh
Apakah judul ini juga yang ingin dipakai kawan-kawan perjuanganku?
benarkah judul yang tepat adalah “Satu tubuh dua kepala dua hati”?
Seperti gerak lurus tak beraturan!
sehingga gravitasi bumi tak sanggup menahannya!!
sehingga vektor tidak mempunyai nilai dan arah lagi!!!
Tuhan,...Tuhan siapa penebar “ego” di dalam tubuhku?
“ego adalah anugerah yang diselewengkan berlindung di balik tameng logika,
ukhuwah dihilangkan maknanya karena tak terasa dan tak diraba?”
Teruntuk sahabat-sahabat di LDK-FPMI Unud, terima kasih
Nama : remmysilado
Tempat/tanggal lahir : Jakarta, 12 November 1985
Alamat : Jalan Pulau Sula, No. 39, Denpasar
Saya, Remmysilado kuliah di Fakultas Sastra Universitas Udayana dan aktif di Organisasi jurnalistik kampus. Saat ini masih belajar menulis karya sastra. Bukan kebetulan kalau nama saya sama dengan nama pena penulis Puisi Mbeling. ”remy sylado”. Hampir mirip tapi tidak sama. Memiliki blog yang masih sangat bodoh dan terus belajar. Terima kasih
Ditungggu kritik dan sarannya.
Blog : www.remmysilado.blogspot.com
e-mail : remmy_mipa@yahoo.com
