Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:57 WIB
Danau Kelimutu Berubah Jadi Satu Warna
Jodhi Yudono | jodhi | Selasa, 27 Oktober 2009 | 03:08 WIB
|
Share:

KOMPAS/SAMUEL OKTORA
Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai (kiri) dan Danau Tiwu Ata Polo, Kamis (15/10). Dua dari tiga kawah Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT, telah berubah menjadi satu warna, hijau muda. Perubahan warna ini diawali Danau Tiwu Ata Polo pada Desember 2008.

KUPANG, KOMPAS.com--Danau tiga warna Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berubah menjadi satu warna, yakni hijau, dari warna aslinya merah, putih dan biru.

"Perubahan warna ini menunjukan tanda-tanda kurang baik," kata Ketua Aliansi Masyarakat Adat Kelimutu, Nikolaus Ruma yang dihubungi dari Kupang, Minggu.

Ia mengatakan, terdapat tiga danau yang terletak di Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende yang letaknya berdampingan dan masing-masing diberi nama Tiwu Ata Polo, Tiwu Ata Mbupu dan Tiwu Ko`ofai Nuwa Muri.

Dia mengatakan, masyarakat yang bermukim di sekitar danau kelimutu meyakini perubahan warna air Danau Kelimutu tersebut sebagai tanda bakal terjadi perubahan alam yang luar biasa yang harus diwaspadai.

"Ini merupakan tanda yang bisa membawa malapetaka besar bagi masyarakat di Indonesia," katanya.

Saat ini, katanya, warga disekitar danua Kelimutu sudah mulai cemas dengan adanya perubahan warna danau tersebut.

Keyakinan ini didasari pada pengalaman pada 1992 silam, seiring dengan perubahan warna danau tersebut, terjadi gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores yang menelan banyak korban jiwa.

"Perubahan warna danau ini pernah terjadi sebelumnya dan secara mendadak," katanya.

Dari tiga danau tersebut, katanya, danau yang berwarna biru, jarang berubah warna, sehingga kekhawatiran bakal terjadi bencana yang menelan korban jiwa.

Kekhawatiran akan terjadi bencana ini, tambahnya, bukan saja terjadi di wilayah Pulau Flores, tetapi Indonesia, karena keajaiban dunia ini ada di Indonesia.

Seiring perubahan warna danau tersebut pada lima hari lalu, lanjutnya, terjadi gempa yang mengguncang Saumlaki, sehingga perlu diwaspadai adanya peristiwa selanjutnya.(*)

Sumber :
Ant