Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Oktober 2014 | 09:14 WIB
163 Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Ikuti Wisuda
Penulis: Erwin Edhi Prasetyo | Selasa, 13 Oktober 2009 | 15:57 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/CHANDRA ADHIE NUGROHO
Para abdi dalem di depan Keraton Yogyakarta (ilustrasi).

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 163 abdi dalem punakawan dan keprajan Keraton Yogyakarta, Selasa (13/10) di Keraton Yogyakarta, menjalani wisuda kenaikan pangkat dan wisuda sebagai abdi dalem baru.

Upacara wisuda itu dipimpin Gusti Bendoro Pangeran Haryo Joyokusumo selaku Penghageng Kawedanan Ageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dari jumlah wisudawan itu, sebanyak 86 orang adalah abdi dalem punakawan, yaitu abdi dalem yang bertugas pokok di lingkungan Keraton Yogyakarta. Sementara 77 orang adalah abdi dalem keprajan, yaitu abdi dalem yang berasal dari pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintahan ataupun TNI/Polri.

Dalam upacara itu tiga orang mendapatkan anugerah kedudukan khusus karena mengabdi kepada keraton melebihi dari yang semestinya dengan memberikan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH), yaitu kepada KPH Harsodiningrat, KPH Senobroto, dan KPH Wilastonegoro.

"KPH mempunyai kedudukan tertentu yang paling tinggi, itu hanya ngarsa dalem (Sultan) yang bisa memberikan anugerah itu," ujar Joyokusumo.

Wisuda abdi dalem itu dilakukan di Bangsal Kesatriyan Keraton Yogyakarta. Seluruh abdi dalem mengenakan pakaian tradisional peranakan berwarna biru tua. Satu per satu abdi dalem mendapatkan surat kekancingan atau surat keputusan pengangkatan.

Joyokusumo dalam kesempatan itu berpesan kepada abdi dalem bahwa gelar baru yang disandang memberi makna, setiap abdi dalem berkewajiban untuk turut menjaga dan melestarikan budaya Keraton Yogyakarta.

"Ada dari golongan guru, militer, mari supaya menjadikan ini kesungguhan dan tambahan pemahaman dan semangat dalam menjaga dan melestarikan budaya keraton," kata Joyokusumo.

Editor :
hertanto