Rabu, 17 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 17 September 2014 | 16:32 WIB
"Master Plan" Pendidikan untuk Pembangunan Nasional
Penulis: | Selasa, 13 Oktober 2009 | 12:23 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

istimewa

Judul buku : PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL
    Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berbudaya Saing Tinggi
Penulis  : Mohammad Ali, Profesor Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Penerbit :  Imtima, Jakarta.
Cetakan I :  2009
Tebal :  xxii + 381 hlm.

Apa dan bagaimana amanat yang terkandung dalam Undang Undang Dasar 1945 (Pasal 31 ayat 1–5) tentang pendidikan nasional? Bagaimana melaksanakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025? Mengapa dan bagaimana seharusnya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi, sesuai dengan amanat, visi, dan tujuan pembangunan nasional?

Pertanyaan mendasar tersebut sering menjadi bahasan utama para perancang peraturan perundang-undangan, pengambil kebijakan, pelaksana, pegiat dan pembelajar dalam bidang pendidikan; dalam pelbagai forum kajian, semiloka tentang pendidikan di Indonesia serta mereka yang berminat untuk kemajuan pendidikan nasional. Dari yang prihatin—pesimistis—sampai dengan yang optimistis merasa perlu segera mencari jawab masalah tersebut.

Tepatlah kata pepatah, “Kata Berjawab Gayung Bersambut.” Kegalauan dan berbagai pertanyaan masalah landasan filosofis, kerangka ideologis, dan langkah strategis tentang pembangunan pendidikan nasional telah dijawab secara rinci oleh Profesor Mohammad Ali dalam karya ilmiahnya.

Buku ini menggunakan pendekatan multidisiplin dan perbandingan serta didukung dengan data yang valid berupa tabel, gambar, daftar pustaka dan indeks. Karya ilmiah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta lancar mengajak berkomunikasi dengan para pembacanya.

Ia mengajak pembaca membuka cakrawala wawasan, menjelajah khazanah alam pemikiran dan analisis tentang apa, mengapa, dan bagaimana seharusnya melaksanakan komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana utama mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Sebagai bahan renungan, United Nation Development Program (UNDP) pada tahun 2007, dengan menggunakan indikator Human Development Index (HDI), menempatkan Indonesia pada urutan ke-107 dari 117 negara. Vietnam ke-105, Malaysia ke-63 dan Singapura ke-25. Dalam pencapaian teknologi, Indonesia pada urutan ke-60 dari 72 negara. World Economic Forum (WEF) pada tahun 2007 juga mencatat Indonesia pada urutan ke-60 dari 125 negara dalam hal Indeks Daya Saing Pertumbuhan atau Global Competitiveness Index (GCI).

Beberapa masalah perlu dicermati bahwa substansi Undang-Undang Sisdiknas secara normatif sudah cukup ideal, tetapi masih banyak proses yang perlu dilakukan tentang aturan dan ketentuan hukumnya. Landasan filosofis Pancasila dan kerangka ideologis UUD 1945 sering diabaikan. Langkah strategis dari fungsi pendidikan masih belum terlihat hasilnya secara aktual. Kualitas kehidupan dan martabat manusia Indonesia di kancah dunia internasional masih terpuruk.

Dilihat dari segi tujuan pendidikan nasional membangun manusia Indonesia seutuhnya, lulusan pendidikan saat ini memiliki kecerdasan dan kompetensi. Namun, mental dan kecerdasan emosional serta spiritualnya masih kurang terbina. Mengenai kesetaraan dan keadilan, banyak warga negara Indonesia yang belum mengenyam pendidikan karena keadaan ekonomi. Pendidikan berkualitas cenderung hanya dinikmati oleh orang-orang yang mampu. Kurikulum yang disusun kurang memerhatikan perkembangan peserta didik dan kesesuainnya dengan lingkungan. Pengetahuan yang diberikan di sekolah/madrasah dan perguruan tinggi kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dampak buruknya, lembaga pendidikan ikut andil dalam memperbanyak jumlah pengangguran intelektual. (hlm 291-292)

Oleh karena itu, Profesor Mohammad Ali mengajak kita untuk lebih menyesuaikan pendidikan dengan tuntutan zaman agar peserta didik memahami ruang lingkup kehidupannya. Di sinilah pentingnya memaknai hakikat pembangunan berkelanjutan, pengembangan universitas berbasis riset dengan reorientasi pendidikan nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Sistem pendidikan nasional telah meletakkan sendi pembangunan manusia Indonesia yang mempunyai karakteristik-karakteristik tiga anasir, 1) kecerdasan, yang mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual; 2) akhlak mulia; dan 3) karakteristik pribadi, yang mencakup sehat, terampil, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. (hlm 63).

Kunci kemenangan suatu negara dalam kompetisi di era global adalah pada kemampuannya mengelola dan memberdayakan SDM dalam menguasai sains dan teknologi. Misalnya, China sukses mengurangi angka kemiskinan negaranya dalam kurun 20 tahun terakhir, dari 65 persen tahun 1981 menjadi 17 persen pada tahun 2001 (hlm 53). Jepang, Norwegia, dan Finlandia dapat menjadi contoh negara yang mampu mengelola SDM dalam mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge-based economy (KBE) atau K-economy.

Para pembaca dapat leluasa menyimak buku ini, yang terdiri dari sembilan bab. 1)  Selayang Pandang Pendidikan dan Pembangunan Nasional, menguraikan perjalanan pembangunan pendidikan sejak Indonesia merdeka. 2) Jalur Pembangunan Nasional, menjelaskan jalur (track) pembangunan nasional yang seharusnya ditempuh di era globalisasi, paradigma pembangunan nasional, kebutuhannya dan pendidikan yang diperlukan. 3) Pembangunan berkelanjutan, membahas apa, mengapa, dan bagaimana mewujudkannya, urgensi dan strateginya. 4) Pengembangan sumber daya manusia berkualitas, membahas pentingnya SDM berkualitas, manusia seutuhnya, dan kemandirian serta daya saing bangsa disertai kecerdasan, kreatif, dan inovatif. 5) Penguasaan sains dan teknologi, menjelaskan peran dan fungsi sains dan teknologi, strategi nasional dalam pendidikan dan pengusaannya. 6). Pertumbuhan ekonomi, membahas perspektif teori, konsep dan sejumlah hasil studi tentang pendidikan sebagai investasi, penanggulangan pengangguran dan kewirausahaan untuk pertumbuhan ekonomi.
7) Permasalahan pendidikan, membahas tentang identifikasi isu-isu utama dalam pendidikan nasional, permasalahan dan upaya mengatasinya. 8). Pembangunan pendidikan nasional, membahas konseptualisasi, tantangan, jalur pembangunan pendidikan dasar, menengah dan tinggi. 9) Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, membahas pentingnya strategi nasional untuk mencapai pemerataan memperoleh pendidikan berkualitas, penjaminan dan penerapan strateginya.

Menteri Pendidikan Nasional mengapresiasi karya Profesor Mohammad Ali sebagai bacaan pencerahan akan pentingnya pendidikan untuk memajukan bangsa. Bangsa Indonesia perlu terus membangun peradabannya sehingga menjadi bangsa yang mandiri, berbudaya, cerdas, berkualitas dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan dunia internasional.

Muhammad M Basyuni selaku Menteri Agama Republik Indonesia dalam kata sambutannya menyebut buku ini sebagai kajian dan analisis yang komprehensif tentang kajian pendidikan, serta relevan untuk dijadikan masukan dalam pengambilan kebijakan, penyusunan program, dan melaksanakan pembangunan pendidikan nasional.

Semoga kita dapat menangkap isyarat pokok buku ini, untuk ikut melangkahkan kaki dan bersama-sama menempuh jalan yang dirintis Profesor Mohammad Ali ke arah pembentukan Insan Kamil. Demikian sambutan Profesor Emil Salim.

Editor :
jodhi