Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:39 WIB
Indonesia Dipuji di Festival Teater Amatiran Internasional
Ester Lince Napitupulu | Jumat, 18 September 2009 | 21:15 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas Satu Kata yang mewakili Indonesia dalam ajang Monaco Mondial du Theatre yang diikuti 21 negara dari lima benua beberapa waktu lalu dinilai sukses memukau penonton. Festival tersebut merupakan ajang festival teater amatir internasional yang memberi kesempatan pada para dramawan amatir tanpa batas umur untuk terlibat.

 

Alika Candra, Sutradara dan Pimpinan Satu Kata, mengatakan sebanyak 21 orang, di antaranya delapan anak-anak dan remaja, menampilkan pementasan dengan menggunakan efek multimedia pada layar, layaknya pementasan wayang. Mereka menampilkan lakon bertajuk Mission in Peace yang mengkolaborasikan berbagai budaya tradisional Indonesia. "Komunitas Sau Kata merupakan salah satu yang panen pujian, bersama Venezuela," kata Alika.

 

Keberangkatan Komunitas Satu Kata itu, antara lain mendapat dukungan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta donatur lainnya.

 

Alika menjelaskan konsep pementasan dengan menggunakan layar untuk menampilkan efek multimedia dan permainan bayangan dikagumi sejumlah sutradara senior seperti Prof Istvan Pinczes (Hongaria), Aled Rhy Jones (Inggris), dan Morten Hovman (Denmark).

 

"Kami juga dikagumi karena berani menggunakan pemain anak-anak hingga dewasa dalam satu pementasan. Padahal, kolaborasi pemain beda usia itu beresiko memunculkan jurang penghayatan, tetapi itu tidak terlihat saat pementasan," kata Alika.