JAKARTA, KOMPAS.com — Iran tergolong negara paling terkemuka dalam perfilman di kawasan Timur Tengah. Beberapa nama sutradara Iran sudah mendunia, seperti Abbas Kiarostami, Bahman Ghobadi, Mohsen Makhmalbaf, dan istrinya, Marzieh Merskini.
"Dalam suasana bulan Ramadhan, tanggal 7 dan 8 September mendatang, Bentara Budaya Jakarta (BBJ) akan memutar delapan film Iran. Hari pertama pemutaran akan diramaikan dengan ulasan dan diskusi bersama sutradara Nia Dinata yang cukup memahami film-film Iran," kata Ketua Pengelola BBJ Paulina Dinartisti, Senin (31/8) di Jakarta.
Tiga film karya sutradara Abbas Kiarostami yang akan diputar adalah drama psikologis/ eksistensial: Taste of Cherry (1997, 98 menit) meraih trofi Palem Emas di Festival Film Cannes, film tentang kehidupan sehari-hari dan falsafah seorang humanis: The Wind Will Carry Us (1999, 118 menit) memperoleh trofi Singa Emas di Festival Film Venesia, dan film tentang sepuluh dialog kehidupan beberapa wanita: Ten (2002, 92 menit).
Sutradara Bahman Ghobadi, seorang Kurdi-Iran yang pernah menjadi asisten Kiarostami, tak kalah hebat reputasinya. Namanya mencuat lewat film Turtles Can Fly yang dibuat di tanah Irak setelah kejatuhan Saddam Husein. Film tentang anak-anak Kurdi di perbatasan Irak-Turki yang memperoleh penghargaan di Festival Film Berlin 2004 ini sudah pernah diputar di BBJ. Karenanya, film itu tidak diputar kali ini.
Dua film Ghobadi yang akan diputar adalah A Time for Drunken Horses (2000, 80 menit) tentang kehidupan keras anak-anak Kurdi Iran di pedesaan tempat kelahiran Ghobadi, dan Half Moon (2007, 110 menit), sebuah film eksistensial yang puitis tentang muhibah rombongan musik warga Kurdi Iran ke wilayah Kurdi Irak.
Tiga film lainnya adalah A Moment of Innocence (1996, 77 menit) karya Mohsen Makmalbaf, The Day I Became a Woman (2000, 78 menit) karya Marziyeh Meshkini, dan Café Setareh (2007, 105 menit) oleh Saman Moghadam. Film pertama bergenre drama komedi yang mencoba merekonstruksi masa muda Makmalbaf, orang yang pernah terlibat penusukan terhadap seorang polisi hingga dipenjarakan pada masa Shah Reza Pahlevi. Adapun film karya Meshkini menampilkan tiga episode perjuangan hidup wanita Iran, mulai dari masa kanak-kanak, dewasa muda, hingga usia tua. Begitu juga film Moghadam, film garapannya mengisahkan kehidupan tiga wanita Iran di Teheran dan percintaan mereka.
Senin, 7 September 2009
Jam 14.30 The Day I Became a Woman
Jam 16.00 Diskusi bersama Nia Dinata
Jam 18.30 Ten
Selasa, 8 September 2009
Jam 14.30 A Moment of Innocence
Jam 16.00 Taste of Cherry
Jam 18.30 Half Moon
Rabu, 9 September 2009
Jam 14.30 A Time for Drunken Horses
Jam 16.00 Café Setareh
Jam 18.30 The Wind Will Carry Us


