Jumat, 25 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Juli 2014 | 02:04 WIB
Satu Atap dengan Setan Penggoda, Elf, Peri Hutan, dan Putra Duyung
Penulis: Steffi Indrajana | Rabu, 5 Agustus 2009 | 21:12 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Dhoni Setiawan
Komik terbitan m & n Gramedia berjudul Satu Atap yang ditulis Azisa Noor

KOMPAS.com - Terpaksa nge-kos karena orang tua harus bekerja ke luar negeri sementara gak pengen ikut ortu? Itulah yang dialami Putri saat orang tuanya bekerja ke luar negeri. Kongo lebih tepatnya.

Karena enggan ikut pindah ke Kongo, Putri memberanikan diri tinggal di tempat kos yang berada di Bandung atas anjuran neneknya.

Kesan pertama di Bandung tidak mengenakkan, digoda laki-laki sebaya saat naik angkot menuju kos. Dengan penuh amarah Putri melempar barang bawaannya ke muka laki-laki tersebut. Habis itu dia pun kabur.

Tak disangka, lelaki itu satu kos dengannya. Lebih mencengangkan lagi, penghuni kos ternyata bukan manusia semua!! Ada yang keturunan setan penggoda, elf, peri hutan, hingga putra duyung, campur aduk ada di sini. Ternyata tempat kos ini memang khusus untuk non-manusia.

Dari sinilah petualangan Putri bersama makhluk dunia lain ini dimulai. Cerita manis, pahit, menyeramkan, hingga cinta menghiasi Putri bersama teman-teman anehnya.

5 Bagian
Secara umum komik karya Azisa Noor ini terbagi menjadi 5 bab yang masing-masing menuturkan cerita menarik. Bab pertama bernarasi tentang kedatangan Putri ke Bandung ditutup dengan penerimaan dirinya oleh anak-anak kos yang lain.

Bab kedua menceritakan konflik pribadi yang dialami Adit. Salah satu penghuni kos yang paling pendiam ini bingung karena akan diberi penghargaan langsung oleh Menristek. Acara tersebut akan diadakan di taman ketika bulan purnama. Hal inilah yang menjadi masalah karena Adit akan menjadi harimau jika terpapar sinar bulan purnama. Putri dan teman-teman yang lain pun bahu membahu membantu Adit menyelesaikan masalah ini. Tentu saja tanpa sepengetahuan Adit agar mengejutkan.

Bab Ketiga menceritakan konflik keluarga antara Rangga dan kakaknya. Rangga yang keturunan setan penggoda ini ternyata mempunyai kakak beda ibu. Ayah mereka, pemburu setan yang tangguh hingga dia jatuh hati dengan sesosok setan wanita. Dari hubungan itu, lahirlah Rangga. Namun apa mau dikata, setan wanita itu merenggut jiwa sang pemburu. Kakaknya yang terbakar dendam datang untuk menuntut keadilan!

Bab keempat, berawal dari keisengan Putri dan Maya saat datang ke Bandung Heritage yang saat itu sedang sibuk merapikan arsip-arsip. Maya dan Putri tak ingin ketinggalan. Mereka ikut membantu merapikan. Ketika merapikan, mereka menemukan sebuah album foto kos mereka. Pegawai Bandung Heritage pun membocorkan cerita hantu yang katanya berasal dari ruangan yang berada di pojok lantai 2. Sesampai di kos, dengan semangat 45 mereka menceritakan ke penghuni lain tentang kisah ini. Mereka pun setuju menginvestigasi cerita hantu tersebut.

Komik ini diakhiri dengan bab terakhir, bab 5 yang menceritakan kegundahan hati Putri dan Rangga yang ingin memberikan cokelat sebagai tanda cinta mereka di hari Valentine. Ke siapa? Tentu saja Putri mau kasih ke Rangga dan begitu pula sebaliknya. Apakah mereka berani saling memberi?

Komik buatan Azisa Noor ini memang patut diancungi jempol. Ide cerita yang unik, menarik, bahkan aneh diungkap. Ini merupakan ide yang segar dan kreatif di tengah-tengah cerita komik yang kebanyakan bertema percintaan.

Azisa juga mampu menuturkan cerita dengan alur cerita yang baik, tanpa terputus-putus. Setiap cerita juga mengandung nilai-nilai. Semisal bab 2. Di bagian ini, Azisa ingin menyampaikan kalau dalam hidup ini kita tidak sendirian. Banyak tangan yang siap menolong tanpa kita sadari.

Tutur cerita Azisa pun menarik karena tidak jauh dari kehidupan sehari-hari para remaja, sehingga pembaca ikut terhanyut dalam cerita. Mereka lebih mudah untuk menempatkan diri mereka dalam posisi Putri apalagi bahasa yang digunakan sama seperti yang digunakan remaja zaman sekarang.

Jika dibanding dengan komik-komik buatan Jepang yang banyak beredar di Indonesia, detail bentuk-bentuk tokoh dan barang-barang yang ada bisa dikatakan kurang. Semisal bentuk pedang yang tidak terlalu jelas atau bentuk naga yang tergambar.

Azisa juga sebenarnya bisa mengeksplor cerita lebih dalam lagi. Masih banyak cerita yang masih "bolong", seperti alasan mengapa nenek Putri mengetahui tempat kos tersebut, latar belakang teman-teman kos'nya. Bila bisa mengeksplor, tentu cerita akan menjadi lebih kaya lagi. Mungkin di episode berikutnya.

Meski begitu, komik ini tetap menyenangkan untuk dibaca para pembaca yang sedang merajut kehidupan remajanya, sama seperti Putri.

Judul : Satu Atap

Pengarang : Azisa Noor

Penerbit : M&C

Tahun : 2009

Harga : Rp 12.500,00

Editor :