KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Indonesia Maju Jika Hargai Kearifan Lokal
Jumat, 31 Juli 2009 | 02:04 WIB
Kompas/Efix Mulyadi
Putu Wijaya

JAKARTA, KOMPAS.com--Indonesia dianggap dapat mengalami kemajuan jika mampu menghargai kearifan lokal dan dipimpin sosok yang mau hidup berdampingan.

Dengan dua cara itu, Indonesia dapat meraih kemajuan akan  terjadi hubungan saling memuliakan, kata Pemimpin Umum Jurnal Nasional, Syamsuddin CH. Haesy dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis malam.

Menurut Syamsuddin, Indonesia memiliki banyak kekayaan alam seperti perkebunan dan pertambangan yang telah dieksplorasi berbagai berbagai pihak.

Namun, proses eksplorasi tersebut ternyata tidak membawa pengaruh yang besar terhadap masyarakat, termasuk warga yang berada di sekitarnya.

Ia mencontohkan proses eksplorasi berbagai potensi pertambangan di wilayah timur Indonesia yang sangat kaya dengan kekayaan alam seperti nikel, batubara, dan sebagainya.

Namun, diperkirakan tidak ada kearifan lokal dalam kegiatan eksplorasi itu sehingga masyarakat di sekitarnya tetap hidup dalam kemiskinan.

Selain itu, kata Syamsuddin, Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang mau hidup berdampingan dengan lebih mengutamakan keinginan dan kepentingan rakyat.

Dengan pola hidup berdampingan itu, para pemimpin bangsa akan mampu merumuskan visi dan misi rakyat, bukan visinya dalam menjalankan pemerintahan.

Melalui perumusan itu, bangsa Indonesia hanya membutuhkan pemimpin yang mampu menjalankan visi dan misi yang ditetapkan tersebut demi kesejahteraan rakyat.

Selama ini, kata dia, pemerintahan Indonesia sering dijalankan bukan dengan visi dan misi yang dicita-citakan rakyat, melainkan dengan visi dan misi penguasa yang terkesan seperti "fantasi track".

"Akibatnya, hidup kita selalu seperti dalam fantasi," katanya.

Dalam acara itu, Syamsuddin CH. Haesy meluncurkan tiga buah judul buku yakni "Cawandatu di Timur Marahari", "Platinum Track, Jalan Sukses, Jalan Ilahiyah", dan "Indigostar, Sumber Daya Manusia Unggu; Dalam Rekacita".

Hadir dalam peluncuran itu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, anggota DPR, Ferry Mursyidan Baldan, seniman Putu Wijaya dan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf.

Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.