HANYA TUHAN
Rumah tak lagi beratap
mimpi selalu menatap
wajah tak mampu berpaling
raga tak ingin bersaing
Nyawa berhembus antara harapan dan kenyataan
jiwa berjalan antara nyata dan maya
otak hanya ingin mimpi
nafas hanya ingin sunyi
Malam tak kan berlalu tanpa pagi
rembulan tak kan ada tanpa matahari;
sendiri bukanlah arti
semua akan mati.
-- Hanya Tuhan--
2009
JAN! LANJUT CUK! MELETUP
Ketika matahari terbaring dalam malam,
sunyi menembus hati dan fikiran
perasaan begitu sunyi dan kelam
meratap nasib yang terus saja berjalan.
Jan! Lanjut Cuk! Meletup
Tak kuasa mulut menahan
umpatan meledak bagai bom Bali,
Hidup dalam kesenjangan,
Tiada lagi senyum,
Tiada lagi tawa.
Renungan berlalu
bayangan kematian adalah berkah
miskin kini, hina lalu
tenggelam dalam.
Basah.
2009
TANAHKU
Ketika cangkul ku angkat
tanah tak lagi subur
kering keronta
retak hingga ke ujung.
2009
KEHIDUPAN
Pernyataan yang terkadang membuat orang bersedih adalah perpisahan.
Pertanyaan yang terkadang membuat seseorang ragu adalah janji.
Jawaban yang terkadang membuat orang kecewa adalah tak sebenarnya.
Kehidupan yang terkadang membuat orang tersiksa adalah kemiskinan.
Sesuatu yang terkadang membuat seseorang lupa adalah duniawi.
Kehidupan merupakan ujian
Kenyataan merupakan jalan
Kerinduan merupakan rasa
Kematian merupakan pasti
Jika hidup tak berdasar, hidup tak berarti
Jika nyata terlihat mimpi, kesesatan menanti
Jika rindu telah tiada, hati kan mati
Jika kematian bukan keyakinan, ketakutan membayangi.
Tuhan memberi garis
Tuhan memberi jalan
Tuhan memberi anugerah
Tuhan memberi segalanya.
2009
SEPANJANG MALAM
Gelap menyapa;
semilir angin mengendus-endus malam,
rembulan enggan bercengkrama dengan bintang,
air gemericik di antara dua pondasi berbatu,
bulu roma menari-nari di antara kepala dan bahu.
Kopi masih setia tuk kami
suara pelan keluar perlahan
bercerita masa lalu.
Masa kelam kami
masa bahagia kami
Terkadang,
hidup adalah keraguan
dan mimpi adalah kenyataan.
Hingga fajar menyapa,
mata kami masih terbuka.
2009
HIDUPKU
Aku gelisah,
mimpi itu menyapa
mimpi yang tak kunjung usai
penuh derita dan halang rintang
hingga pikiran tak dapat mencerna.
Hidup seperti tanpa nyawa
hilang diterpa badai utara
jiwa melayang hilang
hati tertindas membentang.
Ku bahagia jika hidupku nyata.
Begitu pulas...
Aku hidup dalam mimpi
tidur dalam nyata
hidupku hanya mimpi
dan mimpiku adalah nyata.
Tak dapat tuk terpejam
tak kuasa tuk mengerang
aku hilang
jiwaku melayang.
Sakau tanpa narkotika
Tapi karena kehidupan.
2009
SUNYI
Tiada yang ada saat ketiadaan melanda
kepastian menuntut kenyataan berharga
secarik kertas tertulis tinta hitam
berwadah botol berwarna suram
Limbah mengaliri ladang petani
musim hujan tak lagi bulan Juni
matahari memojokkan diri di utara
rembulan malu menatapku hampa
Di bangku tua ku bersandar lesu
kelaparan di tengah senyuman palsu
Esa ada untukku
merunduk dalam kegelisahan hidup
Mati atau Tersiksa di dunia
pikiranku tengah memudar,
menuai sisa-sisa bak belatung,
gilakah aku?
2009
PENGEMIS TUA
Menegadah,
mata berbinar, kulit keriput,
pengelihatan lebih buruk dari rabun ayam.
Berharap dapat makan hari ini,
berharap dapat melanjutkan hidup.
Selagi sang kaya sibuk dengan harta,
Si Pengemis tua tak ubahnya piring antik,
di madu jalanan dan terik matahari.
Keringat adalah berkah,
air mata adalah harta.
Menoleh dengan pandangan hampa
Si Tua keluar Jalan Jawa.
2009
---------------
Nama : Rohman Al-Nggawok
TTL : Jember, 10 November 1988
Alamat : Jl. Srikaya, No.4AB, Patrang-Jember
Pecandu internet ini, saat ini sedang menjalani masa-masa kuliah di Fakultas Sastra Universitas Jember dan aktif sebagai anggota Dewan Kesenian Kampus Fakultas Sastra Universitas Jember. Menulis puisi merupakan hobi sejak masuk di Fakultas Sastra, hal ini merupakan sebuah apresiasi dari hasil tangkapan seluruh indra yang dimiliki dari kehidupan sehari-hari.

