YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) kembali diselenggarakan Kamis (16/7) hingga Sabtu (18/7). Kali ini, YGF tanpa kawalan sang penggagas, yakni seniman kontemporer Sapto Rahardjo.
Sapto, lelaki pencinta gamelan itu berpulang akhir Februari lalu. Ishadi Sahida (30), atau yang akrab disapa Ari Wulu, putra pertama almarhum, kini yang meneruskan penyelenggaraan YGF. Meneruskan grand design YGF yang direntang hingga 2014.
"Every Where" diangkat menjadi tema YGF. Beberapa peserta yang akan memeriahkan YGF adalah Kutiplak Ndang Tak, Agus Bing & Pribumi Ethnic Jazz Band, Stupa, Kito Siopo?, Alex Grillo & Friends, dan Youngsters Gamelan 16. Ada juga KPH9 yang merupakan peserta rutin YGF.
Dari kalangan pelajar, ada siswa-siswi SMP yang tergabung dalam Gita Raya. Kelompok etnik Singgayan dari Toli-Toli (Sulawesi Tengah), dan Kabud Hitam (Madura) juga mengisi. Musisi elektronik Sakana juga bakal berklaborasi dengan Rene Lysloff.
Selain konser, diselenggarakan pula workshop tentang gamelan, serta pameran yang didedikasikan khusus bagi Sapto. Foto-foto dan perjalanan Sapto akan dipaparkan dalam pameran di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) tersebut. Ruangan pameran sengaja dikonsep oleh seniman Jompet, menyerupai ruang gawat darurat.
Itu sebagai pengingat ruangan yang mengiringi detik-detik meninggalnya sang seniman. Sebanyak 54 foto Sapto—sesuai umur meninggalnya—akan dipampang di sana. Adapun pembukaan event, Kamis malam pukul 19.00, akan diawali ekshibisi bertajuk "Tribute To Sapto Rahardjo".
(Lukas Adi Prasetya)

