JAKARTA, KOMPAS.com- Buku Seri Karya Sastra Klasik Indonesia yang diluncurkan hari ini, Rabu (10/6), oleh Balai Pustaka yang per-paketnya dipatok Rp. 2.150.000 memang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas.
"Kami menargetkan penjualan pada para kolektor buku, pencinta sastra dan kaum muda menengah atas," kata Firman Musirwan, Unit Strategi Bisnis (UBS) Media Kreatif, anak perusahaan Balai Pustaka (BP) yang mendukung pembuatan buku tersebut, dalam kesempatan peluncuran buku tersebut di Museum Nasional Jakarta.
Lebih lanjut ia mengatakan, melalui buku ini pihak BP ingin menciptakan sebuah tren baru untuk anak muda. "Kami ingin anak muda tidak lagi bangga memiliki HP baru atau mobil baru tapi memiliki koleksi buku sastra klasik Indonesia di perpustakaan rumahnya," ungkap Firman.
Namun persoalannya, gaya bahasa dan kosa kata karya klasik tidak mudah dipahami. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan novel-novel sekarang yang banyak digandrungi anak muda. "Menurut saya hal ini tidak terlalu menjadi soal," ungkap Sastrawan Taufiq Ismail yang juga hadir dalam acara tersebut.
Menurut Taufiq, dengan memberi perbandingan di Inggris mulai dari anak SD sampai perguruan tinggi wajib membaca karya-karya Shakespeare. "Mereka sangat menyukainya dan mengagung-agungkannya. Padahal tulisannya tidak mudah untuk dipahami," terang Taufiq.
Untuk itu, agar kaum muda Indonesia tertarik membaca karya ini, pihak BP menghadirkan beberapa public figure seperti Cornelia Agatha, Maudy Kusnaedy, Yuni Shara, Andrea Aksana, Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Vince 80's dan Happy Salma.
"Untuk kaum muda, kami menargetkan penjualan sampai 20 persen dari 3.000 set (satu setnya 8 buku) yang kami cetak," kata Firman.
Keekslusifan buku ini dalam satu paket, menurut Firman, terletak pada nomor seri, hologram, serta sertifikat untuk menjaga keaslian dan keeksklusifannya. Nomor seri buku dan tulisan Sastra Klasik Indonesia diukir dalam sebuah pelat logam yang terbenam di setiap buku.
Masing-masing buku juga dilengkapi dengan sentuhan ornamen kain Indonesia yang dirancang oleh perancang Obin. Cara untuk mendapatkan buku ini juga terkesan eksklusif. "Bisa didapatkan dalam tiga cara: beli langsung di Times Book Store, secara on line di www.balaipustakaonline.com dan melalui Katalog Bank Mandiri. Melalui katalog ini konsumen bisa mencicil," ungkap Firman.
Kedelapan buku klasik tersebut adalah Azab dan Sengsara (Merari Siregar), Layar Terkembang (Sutan Takdir Alisjahbana), Atheis (Achdiat K. Mihardja), Salah Asuhan (Abdoel Moeis), Salah Pilih (Nur Sutan Iskandar), Habis Gelap Terbitlah Terang (R.A. Kartini), Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (Idrus), dan Siti Nurbaya (Marah Roesli).


