Sabtu, 20 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 20 September 2014 | 22:59 WIB
Penulis Cerpen dan Pengasuh Anita Cemerlang Reuni
Penulis: Yurnaldi | Kamis, 12 Februari 2009 | 16:11 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

JAKARTA, KAMIS-Majalah remaja Anita dan kemudian menjadi Anita Cemerlang, majalah fiksi dua mingguan satu-satunya dan terkemuka di era 80-an, sejak terbit Januari 1979 hingga tutup tahun 2002, banyak melahirkan penulis-penulis cerita pendek dan novel andal di Tanah Air.

Karena antar penulis dan penulis dengan redaksi jarang bertemu muka waktu itu, kecuali kenal nama, tanggal 15 Februari mendatang digelar acara reuni dan temu kangen yang melibatkan para pengarang dan pengasuh/pengelola majalah kumpulan cerita pendek Anita.

Panitia Persiapan Reuni Kurnia Effendi mengatakan reuni ini tidak hanya melibatkan mantan pengarang dan mantan pengasuh atau redaktur semata, melainkan juga jajaran staf pendukung, ilustrator, bahkan mereka-mereka yang mengurusi ekspedisi majalah tersebut .

"Namun para penggemar atau fans Anita belum diikutsertakan dalam kesempatan reuni kali ini , mengingat terbatasnya tempat dan waktu yang tersedia," kata Kurnia Effendi, Kamis (12/2).

Dikatakan, pada acara reuni yang digelar di resto Sizzler American Grills, Tosari-Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat itu, sedikitnya akan dihadiri 80 orang. Acara reuni berlangsung dari menjelang siang hingga hampir senja ini, diisi dengan ramah-tamah para peserta yang sudah lama tak berjumpa, bahkan banyak yang hanya saling kenal nama tanpa pernah berjumpa secara fisik.

Juga akan ada nostalgia dari para pengarang dan pengasuh Anita, serta penjajakan untuk melakukan berbagai kegiatan nyata, mulai dari penerbitan, sampai pelatihan kepenulisan.

Secara terpisah, Dewan Penasihat Ikatan Mantan Pengarang Anita, Arya Gunawan, mengatakan, Anita adalah nama yang sangat akrab di telinga sebagian remaja dan anak muda Indonesia di era 80-an. Sejak pertama terbit pada Januari 1979, majalah berisi kumpulan cerpen remaja yang terbit sekali dalam dua minggu ini langsung memikat hati para pembacanya.

Terutama karena pada masa itu belum ada majalah yang hanya memuat karya berupa cerpen. Biasanya, cerpen hanya muncul satu atau dua judul dalam satu penerbitan remaja.

Pada awal terbitnya, majalah ini dikomandani antara lain oleh Kurniawan Junaedhie dan Yanie Wuryandari, lalu masuk pula Adhie Massardi yang sempat dikenal sebagai juru bicara Abdurrahman Wahid, dan belakangan banyak terlibat dengan Rizal Ramli.

Tak lama setelah itu, datanglah Adek Alwi, yang kemudian menjadi pengasuh terlama di Anita, mencapai hampir 10 tahun. Pada masa keemasannya, Anita sempat terbit tiga kali sebulan, dengan tiras mencapai 65 ribu eksemplar setiap kali terbit.

Belakangan, Anita berubah nama menjadi Anita Cemerlang, dengan isi yang lebih beragam (tidak semata-mata karya fiksi cerpen ataupun cerita bersambung).

Setelah mengalami masa puncak selama beberapa tahun, pamor majalah ini mulai menyurut, disebabkan sejumlah faktor di antaranya persaingan dengan media lain yang kian ketat. Majalah ini kemudian menjalani masa purna tugas pada tahun 2002.  

Anita dianggap memiliki peran cukup penting dalam dunia kepenulisan di Indonesia, terutama dalam fungsinya sebagai tempat persemaian benih dan bibit baru para penulis, yang beberapa di antaranya kelak menjadi para penulis yang cukup diperhitungkan, baik di bidang fiksi maupun di ranah jurnalistik.

Nama-nama seperti Gustf Sakai, Agus Noor, Sujiwo Tejo, Leila Chudori untuk menyebut sekadar beberapa contoh pernah menyumbangkan karyanya ke Anita. Nama-nama pengarang lain yang sempat menjadi idola pembaca pada masanya antara lain Emji Alif, Niken Pratiwi, Nestor Roci Tambunan, Kurnia Effendi, Karyani Rukman, Tina K, Tika Wisnu, Agnes Majestica, dan Adek Alwi.

 

 

Editor :