JAKARTA, RABU--Dalam dua bulan terakhir ini, Orkes Puisi Sampak GusUran berhasil menyabet 3 (tiga) penghargaan bergengsi dari Garageband.com, yakni sebagai World Fusion Track of the Week; masing-masing untuk Suluk Zaman Akhir (pada 15 Desember 2008) dan Suluk Pintu Terkunci (pada 29 Desember 2008) dan Most Original in World Fusion, week of 26 January 2009.
Ini adalah awards kelima, keenam dan ketujuh yang berhasil disabet Orkes Puisi Sampak GusUran dari Garageband.com dalam empat bulan terakhir. Sebelumnya Suluk Pintu Terkunci telah menyabet penghargaan sebagai Track of the Day pada 29 Nopember 2008, sementara Suluk Zaman Akhir menyabet penghargaan yang sama pada 10 September 2008 dan menyabet penghargaan sebagai The Most Original Song of the Week pada 15 September 2008.
Kedua lagu dari album Bersama Kita Gila –atau In the Time of Madness dalam peredaran internasionalnya- ini menuai banyak pujian dari musisi dan kritikus musik dunia karena komposisinya yang mereka anggap unik dan orisinal.
Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, pimpinan Orkes Puisi Sampak GusUran, karena kendala dana sementara ini memang baru dua lagu tersebut yang ia ikutkan dalam kompetisi di Garageband. Dalam waktu dekat ia berharap bisa segera mengikutkan 8 (delapan) lagu lain yang ada di album perdana Sampak GusUran.
“Mungkin kami satu-satunya grup dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan semacam ini” ungkap Anis. “Dan ini mendorong kami untuk lebih kreatif lagi melahirkan karya-karya di masa mendatang!” begitu tambahnya.
Kecuali di Garageband sebagai sebuah portal musik bergengsi yang berbasis di Amerika; posisi terhormat juga diraih Sampak GusUran di BeSonic, portal musik besar yang berbasis di Eropa. Di portal ini, selama lima bulan terakhir album Bersama Kita Gila (In the Time of Madness) selalu bergulir di posisi lima besar, setelah selama dua bulan pertama berhasil menduduki rangking pertama di genre World Fusion. Sementara lagu-lagunya, sampai saat ini terus bertahan di posisi top fourty.
Hal yang hampir sama juga terjadi di portal musik Australia (MP3.com.au). Album dan lagu-lagunya terus menanjak dalam peringkat sepuluh besar untuk genre World.
“Untuk di Indonesia sendiri, karena banyaknya hambatan, untuk sementara ini album kami baru beredar dalam bentuk CD, dan baru mampu kami edarkan di toko-toko di Jawa Tengah, Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur” begitu terang Anis.
“Kecuali itu, kami juga mencoba memasarkan lagu-lagu kami sebagai ring back tone, meski untuk sementara ini baru Mentari dan XL yang sudah aktif” lanjut Anis.
Sebagai sebuah kelompok yang mencoba mengorkestrasikan puisi, dan secara progresif mencoba menggarap musik etnik dan tradisional sebagai basisnya, tentu saja apa yang sudah dicapai Sampak GusUran patut diapresiasi.***

