Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 07:34 WIB
Inilah Empat Nama Calon Deputi Gubernur DKI
Penulis: Pingkan E Dundu | Selasa, 21 Oktober 2008 | 20:10 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Aurora Tambunan

JAKARTA, SELASA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengusulkan empat nama calon deputi Gubernur DKI Jakarta. Keempat nama itu yakni Margani Mustar, Aurora Tambunan, Ahmad Haryadi, dan Sutanto Soehodo.

"Berkas nama-nama calon deputi ini sudah saya tandatangani dan dikirim ke Menteri Dalam Negeri dan Sekretaris Kabinet," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Selasa (21/10).

Menurut Fauzi, calon deputi ini masih akan menjalani fit and propert test di tingkat pemerintah pusat.

Gubernur menjelaskan, pemilihan para calon deputi ini merupakan tindak lanjut atas keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2008 tentang Pembentukan Deputi Khusus Pemprov DKI, tertanggal 12 Agustus 2008.

Jabatan struktural

Tiga dari empat calon deputi yang dijagokan itu saat ini masih menduduki jabatan struktural di Pemprov DKI. Seorang calon lainnya berasal dari kalangan akademisi, Ketiga calon yang masih menjabat di lingkungan Pemprov DKI adalah Margani Mustar sebagai Kepala Dinas Pendidikan Menengah Tinggi, A Haryadi adalah Ketua Bapeda, dan Aurora Tambunan sedang menjabat Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas).

Sedangkan Sutanto Suhodo dari Universitas Indonesia sekarang ini menjadi anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta yang sebelumnya sebagai Ketua DTKJ.

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Muhayat menjelaskan, selain empat calon deputi tadi, Pemprov DKI Jakarta juga mengusulkan delapan nama untuk menduduki jabatan asisten deputi. Setiap deputi, kata Muhayat, akan dibantu masing-masing dua orang asisten deputi.

Namun, Muhayat tidak bisa menjelaskan secara terinci nama-nama para asisten deputi. "Yang jelas namanya sudah kami inventarisir, tetapi saya lupa nama-namanya. Pokoknya sudah ada nama-nama itu," ujar Muhayat.

Menurut mantan Walikota Jakarta Pusat ini, seluruh calon asisten deputi itu merupakan hasil seleksi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov DKI Jakarta. Badan ini juga yang mengajukan nama-nama para calon asisten deputi kepada gubernur. Posisi para asisten deputi itu setingkat atau sama dengan posisi kepala biro yakni eselon II B.

Muhayat menjelaskan, deputi adalah jabatan karir yang hanya boleh diisi oleh pegawai negeri sipil dengan golongan eselon I B. Untuk menduduki kursi deputi ini, para calon harus memenuhi persyaratan administrasi antara lain status PNS aktif.

Muhayat menjelaskan, secara teknis tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing deputi akan diatur dalam peraturan gubernur (Pergub).

"Pergub ini sudah diteken gubernur. Para deputi ini nantinya akan mengemban tugas sebagai public relations," jelas Muhayat.

Editor :